Sinopsis
[Ditulis
oleh MAL Rewrite]
»INFO
Judul:
-さ よ な ら の 朝 に 約束 の 花 を か ざ ろ う(JPN)
- Maquia: When the Promised Flower Blooms (English)
Tipe: Movie
Episode: 1 Episode
Status: Selesai Tayang
Penayangan: 24 Februari
2018
Produser: Bandai Visual , Lantis , Rakuonsha , Showgate , Hakuhodo DY Music & Pictures , Cygames
Studio: PA Works
Sumber: Orisinal
Durasi: 1 jam 55
menit
»CAST
1. Iwami
Manaka sebagai Maquia
2. Irino Miyu
sebagai Ariel
3. Kayano Ai
sebagai Leilia
4. Hosoya
Yoshimasa sebagai Lang
5. Sugita
Tomokazu sebagai Izol
6. Kaji Yuki
sebagai Krim
7. Hirata
Hiroaki sebagai Barlow
8. Satou Rina
sebagai Mido
Ulasan
Mari Okada, seseorang yang dikenal dengan karangan emosionalnya. Sebut saja Anohana, Toradora, dan Nakitai Watashi wa Neko yang tayang tahun lalu. Sama seperti yang akan kami bahas kali ini, karya yang emosional dari Mari Okada.
Maquia adalah sebuah drama
mengharukan dipadu dengan unsur fantasi yang membuatnya lebih emosional. Kisah
mengenai perjuangan Maquia untuk menjadi seorang ibu yang baik bagi Ariel yang
begitu emosional. Hubungan orangtua dan anak mereka diceritakan dengan sangat sangat dalam,
perbedaan ras diantara mereka sebagai
bumbu utama yang krusial mengapa
kisahnya bisa sesedih ini.
Pengeksekusian endingnya benar benar tepat dengan memasukan scene flashback. Sepertinya para staff menyimpan senjata utama di bagian akhir untuk meledakkan emosi para penonton, meskipun saya mencoba kuat agar tidak menangis, but I couldn't hold back these damn tears when I saw Maquia cry.
Meskipun kisahnya cukup bagus
dan dieksekusi dengan tepat, terdapat sebuah celah yang mengganggu pada saat
menonton. Terdapat plot hole, plot hole disebabkan karena banyaknya timeskip.
Memang panjang dan berat jika
jalan cerita dalam waktu 20 hingga 70 tahun tidak dipotong menjadi beberapa
bagian penting, tetapi Maquia tidak
memberikan penjelasan kejadian apa saja yang dilewati oleh waktu. Contoh saja
saat Ariel telah menikah dengan istrinya, hanya ada gambaran kasar melalui
dialog antara Dita dengan Maquia.
Bukan hanya timeskip yang tanpa penjelasan, perkembangan karakter disini juga sedikit tidak bagus. Sebagai contoh karakter Izol sang pengawal Leilia, karakter satu ini memiliki potensi untuk menjadi karakter bagus, namun kurangnya penggalian mengapa karakter satu ini pendiriannya berubah. Atau Barlow, tidak ada informasi jelas mengenai siapa si manusia setengah Iorph ini.
Meski begitu, saya sangat
terpukau saat melihat perkembangan Ariel. Ariel digambarkan dengan sesempurna
mungkin, mulai dari kecil yang imut, remaja yang bimbang, hingga dewasa dengan
segala pendiriannya.
Beralih ke yang selanjutnya,
visual yang ditampilkan sangat memanjakan. P.A. Works selaku studio yang
mengerjakan proyek ini berhasil menyuguhkan visual yang menggugah para penonton.
Sentuhan indah pada background dan
detil kecil sangat diperhatikan.
Kesimpulan Akhir
Semua tidak ada yang sempurna, begitu pula Sayonara no Asa. Sayonara no Asa memiliki cerita yang mengharukan meski dengan berbagai plot hole, kualitas visualnya yang memukau juga belum bisa menarik penonton sepenuhnya. Meski begitu, banyak pesan moral yang bisa dikutip dari karya debut penyutradaraan dari penulis naskah Mari Okada. Sayonara no Asa kami rekomendasikan untuk kalian menontonnya, sangat sayang jika kalian tidak menontonnya. Sekian
![]() |
After Credit |
Salam hangat
Wibu Sampah
1 Comments
Movie mengharukan yang tayang di Ponimu sebelum akhir hayatnya. Maquia juga memenangkan berbagai penghargaan lho meskipun dengan plot hole yang disebutkan diatas.
ReplyDelete