Memahami Arti Menjadi Seorang Ibu - Ulasan Maquia: When the Promise Flower Blooms

Sinopsis

Maquia adalah anggota ras khusus yang disebut Iorph — makhluk mistis yang dapat hidup ratusan tahun dan tetap terpisah dari kehidupan dan masalah sehari-hari umat manusia. Namun, Maquia selalu merasa kesepian meski dikelilingi oleh orang-orangnya, karena dia adalah yatim piatu sejak usia muda. Dia melamun tentang dunia luar, tetapi tidak berani bepergian dari rumahnya karena peringatan dari kepala klan.

Namun suatu hari, dunia luar menemukannya, ketika kerajaan Mezarte yang haus kekuasaan menyerbu tanah airnya. Mereka sudah memiliki apa yang tersisa dari naga raksasa, Renato, di bawah kendali mereka, dan sekarang raja mereka ingin menambahkan keabadian Iorph ke garis keturunannya.

Manusia dan Renato mereka menghancurkan tanah air Iorph dan membunuh sebagian besar penghuninya. Tertangkap di tengah penyerangan, Maquia dibawa pergi oleh salah satu Renato yang mengamuk. Itu segera mati, dan dia ditinggalkan di hutan yang jauh dari rumah, sekarang benar-benar sendirian kecuali tangisan seorang bayi di kejauhan. Maquia menemukan bayi itu di desa yang hancur dan memutuskan untuk membesarkannya sebagai anaknya, menamainya Ariel. Meskipun dia tidak tahu apa-apa tentang dunia manusia, bagaimana membesarkan seorang anak yang jauh lebih cepat darinya, atau bagaimana hidup dengan kesepian yang membara di dalam, dia bertekad untuk membuat semuanya berhasil.

[Ditulis oleh MAL Rewrite]


»INFO

Judul:

-さ よ な ら の 朝 に 約束 の 花 を か ざ ろ う(JPN)

- Maquia: When the Promised Flower Blooms (English)

Tipe: Movie

Episode: 1 Episode

Status: Selesai Tayang

Penayangan: 24 Februari 2018

Genre: DramaFantasi

Produser: Bandai Visual , Lantis , Rakuonsha , Showgate , Hakuhodo DY Music & Pictures , Cygames

Studio: PA Works

Sumber: Orisinal

Durasi: 1 jam 55 menit

 

»CAST

1. Iwami Manaka sebagai Maquia

2. Irino Miyu sebagai Ariel

3. Kayano Ai sebagai Leilia

4. Hosoya Yoshimasa sebagai Lang

5. Sugita Tomokazu sebagai Izol

6. Kaji Yuki sebagai Krim

7. Hirata Hiroaki sebagai Barlow

8. Satou Rina sebagai Mido


Ulasan

Mari Okada, seseorang yang dikenal dengan karangan emosionalnya. Sebut saja Anohana, Toradora, dan Nakitai Watashi wa Neko yang tayang tahun lalu. Sama seperti yang akan kami bahas kali ini, karya yang emosional dari Mari Okada.

Maquia adalah sebuah drama mengharukan dipadu dengan unsur fantasi yang membuatnya lebih emosional. Kisah mengenai perjuangan Maquia untuk menjadi seorang ibu yang baik bagi Ariel yang begitu emosional. Hubungan orangtua dan anak mereka diceritakan dengan sangat sangat dalam, perbedaan ras diantara mereka sebagai bumbu utama yang krusial mengapa kisahnya bisa sesedih ini.

Pengeksekusian endingnya benar benar tepat dengan memasukan scene flashback. Sepertinya para staff menyimpan senjata utama di bagian akhir untuk meledakkan emosi para penonton, meskipun saya mencoba kuat agar tidak menangis, but I couldn't hold back these damn tears when I saw Maquia cry.

Meskipun kisahnya cukup bagus dan dieksekusi dengan tepat, terdapat sebuah celah yang mengganggu pada saat menonton. Terdapat plot hole, plot hole disebabkan karena banyaknya timeskip.

Memang panjang dan berat jika jalan cerita dalam waktu 20 hingga 70 tahun tidak dipotong menjadi beberapa bagian penting, tetapi Maquia tidak memberikan penjelasan kejadian apa saja yang dilewati oleh waktu. Contoh saja saat Ariel telah menikah dengan istrinya, hanya ada gambaran kasar melalui dialog antara Dita dengan Maquia.

Bukan hanya timeskip yang tanpa penjelasan, perkembangan karakter disini juga sedikit tidak bagus. Sebagai contoh karakter Izol sang pengawal Leilia, karakter satu ini memiliki potensi untuk menjadi karakter bagus, namun kurangnya penggalian mengapa karakter satu ini pendiriannya berubah. Atau Barlow, tidak ada informasi jelas mengenai siapa si manusia setengah Iorph ini.

Meski begitu, saya sangat terpukau saat melihat perkembangan Ariel. Ariel digambarkan dengan sesempurna mungkin, mulai dari kecil yang imut, remaja yang bimbang, hingga dewasa dengan segala pendiriannya.

Beralih ke yang selanjutnya, visual yang ditampilkan sangat memanjakan. P.A. Works selaku studio yang mengerjakan proyek ini berhasil menyuguhkan visual yang menggugah para penonton. Sentuhan indah pada background dan detil kecil sangat diperhatikan.

Ciri khas P.A. Works yang selalu membuat desain karakter dengan kelopak mata lebar hampir tidak ada di proyek yang satu ini, yang ada hanyalah karakter wanita menawan dengan rambut pirang dan mata bercincin. Selain itu, kualitas animasinya yang disertai dengan 3DCG yang halus menjadi kelebihan lain untuk anime ini.

 

Kesimpulan Akhir

Semua tidak ada yang sempurna, begitu pula Sayonara no Asa. Sayonara no Asa memiliki cerita yang mengharukan meski dengan berbagai plot hole, kualitas visualnya yang memukau juga belum bisa menarik penonton sepenuhnya. Meski begitu, banyak pesan moral yang bisa dikutip dari karya debut penyutradaraan dari penulis naskah Mari Okada. Sayonara no Asa kami rekomendasikan untuk kalian menontonnya, sangat sayang jika kalian tidak menontonnya. Sekian

After Credit

Salam hangat

Wibu Sampah


Post a Comment

1 Comments

  1. Movie mengharukan yang tayang di Ponimu sebelum akhir hayatnya. Maquia juga memenangkan berbagai penghargaan lho meskipun dengan plot hole yang disebutkan diatas.

    ReplyDelete