Akhir Perjalanan Violet Mencari Arti “Aku Mencintaimu” - Ulasan Violet Evergarden Movie

Sinopsis

Beberapa tahun telah berlalu sejak berakhirnya Perang Besar. Karena menara radio di Leidenschaftlich terus dibangun, telepon akan segera menjadi lebih relevan, yang menyebabkan penurunan permintaan untuk "Boneka Memori Otomatis". Meski begitu, Violet Evergarden terus meningkat ketenarannya setelah sukses terus-menerus dengan menulis surat. Namun, terkadang satu hal yang Anda rindukan adalah satu hal yang tidak muncul.


»INFO

Judul:

-劇場版ヴァイオレットエヴァーガーデン(JPN)

- Violet Evergarden Movie (English)

Tipe: Movie

Episode: 1 Episode

Status: Selesai Tayang

Penayangan: 18 Sep 2020 (Jepang), 3 Maret 2021 (Indonesia)

Genre: Sepotong KehidupanDramaFantasi

Produser: Shochiku

Studio: Kyoto Animation

Sumber: Novel Ringan

Durasi: 2 jam 20 menit

 

»CAST

1. Ishikawa Yui sebagai Violet Evergarden

2. Namikawa Daisuke sebagai Gilbert Bugenvill

3. Koyasu Takehito sebagai Claudia Hodgins

4. Kiuchi Hidenobu sebagai Dietfried Bugenvill

5. Endou Aya sebagai Cattleya Baudelaire

6. Tomatsu Haruka sebagai Iris Cannary

7. Uchiyama Kouki sebagai Benediktus Biru


Ulasan

Sampaikan hormatku kepada Kyoto Animation dan Akatsuki Kana karena telah membuat karya yang begitu luar biasa ini.

Pertama-tama, sangat disayangkan karena penayangan Violet Evergarden Movie di bioskop sepi oleh penonton karena pandemi Covid-19. Tetapi, terima kasih juga kepada Feat Pictures yang telah membawa movie ini tayang di Indonesia.

Mari kita ingat kembali siapa sosok Violet Evergarden sebelum kita masuk ke topik utama. Violet Evergarden atau Violet adalah seorang anak tanpa keluarga yang dididik menjadi alat berperang kemudian di adopsi oleh Gilbert Bugenvill yang merupakan seorang tentara berpangkat Mayor. Violet selalu menunggu perintah dari Mayor untuk bertindak, selalu menunggu.

Hingga pada suatu saat sang Mayor dikatakan meninggal dan hanya memberikan perintah terakhir pada Violet yang berisi “Jalanilah hidupmu dengan penuh kebebasan” dan sebuah kalimat yang bermakna besar “Aku mencintaimu”. Ia tak tahu makna yang terucap dari mulut Mayor menjelang kematiannya, itulah mengapa ia ingin menjadi Auto Memories Doll.

Berdurasi hampir dua setengah jam, hampir semua inti dari film ini adalah melodrama. Ya, saya tak berhenti untuk menahan tangis sepanjang menonton film ini. Penuh dengan tangisan, mau itu tangisan karakter maupun para penonton. Violet Evergarden Movie memang bukan film melodrama biasa.

Semua plot telah diatur sedemikian rupa dan dieksekusi dengan sangat indah dan tempo yang tepat. Mereka mengelompokan bagian-bagian waktu untuk cerita utama, kilas balik, dan masa depan Leidenschaftlich dimana kota menjadi sangat berkembang dan maju. Mereka juga sangat memperhatikan setiap kata, ekspresi, dan tindakan karakter dengan begitu sempurna untuk memainkan hati penonton. Semuanya sangat hebat.

Saya sangat suka bagaimana film ini dimulai dari sudut pandang cucu-nya Anne. Penempatan alur maju dan alur mundur sangat tepat tanpa mengganggu poin utama kisah ini.

Semua itu dibantu dengan background music dan sound effect yang memukau dari Yota Tsuruoka sang Sound Director dan Evan Call sang Komponis. Saya hampir menangis saat pertama kali mendengar musik di awal film, hanya dengan musik saya hampir menangis. Terlalu lebay memang, tapi saya tak mengada-ada soal ini. Semua ekspresi seakan terwakilkan hanya dari musiknya saja, kesedihan dan keharuan tersampaikan secara implisit melalui musiknya.

Memasukan soundtrack lama diputar di sepanjang film berjalan, ini membangkitkan kenangan saat menoton serial Violet Evergarden. Lalu ada dua soundtrack baru yang dihadirkan dalam film ini, bertajuk “Will” dan “Mirai no Hito e”, keduanya dibawakan oleh Karasawa Miho atau yang lebih dikenal dengan nama panggung TRUE. Kedua lirik lagu diatas sangat indah, kedua liriknya merepresentasikan isi hati Violet.

Tak ketinggalan juga visualnya yang sangat luar biasa. Sangat indah, gambar yang sangat indah. Animasinya sangat halus, kualitas warnanya jelas lebih baik dengan serial televisinya, semuanya benar-benar berbeda. Kyoto Animation benar-benar berjuang keras dan berhasil mengalahkan diri mereka sendiri dalam pembuatan film ini.

Para pengisi suara juga sangat menjiwai perannya dalam mengisi suara karakter mereka. Mereka tidak hanya memperhatikan suasana sekitar dan ekspresi karakter, bahkan mereka memerhatikan cuaca dan kondisi karakter tersebut. Misalnya saja saat Hodgins berteriak di depan rumah Gilbel di pulau Ecatel, suara teriakan serak parau basah terdengar dengan jelas.

Dalam scene yang ditampilkan dalam cuaca hujan deras dan tepat setelah Hodgins melakukan perjalanan melelahkan selama 3 hari, kelelahan dan cuaca lembab bisa menjadi penyebab suara parau basah Hodgins.

Saya benar-benar suka dengan scene satu ini, perasaan stress Hodgins saat melihat Violet berlari menjauh sembari menangis dan emosi tak tertahankan sangat tergambarkan dengan jelas melalui teriakannya. Kemampuan voice acting yang sangat bagus.

Di sisi lain, saya merasa kurang puas dengan takarir dalam film ini. Banyak sekali penggunaan kata yang sulit dimengerti masyarakat dalam takarirnya, meskipun dalam dubbing percakapannya juga menggunakan kata yang sulit dimengerti. Ya ini hanyalah pandangan ku, selebihnya tidak ada masalah.

Di akhir film, cucu-nya Anne memberikan sebuah pesan tersirat. Mungkin jika di sederhanakan isinya menjadi seperti ini “Jika kau tak bisa mengungkapkan perasaan yang terpendam pada orang lain, tuangkan perasaan itu dalam bentuk tulisan dan kirimkan itu sebagai sebuah surat untuk orang tersebut”. Ini sangat manis.  

 

Kesimpulan Akhir

Saya sangat menyukai franchise satu ini, entah mengapa saya jatuh cinta pada franchise yang satu ini. Saya beri skor 100/10 untuk film ini. Ini adalah film anime terbaik yang pernah saya lihat. Semuanya sangat indah dan sempurna. Film ini sangat dalam, menyentuh, dan penuh dengan perasaan.

Saya sangat bersyukur bisa menonton film ini selagi saya punya kesempatan. Kalian juga harus menonton film ini selagi punya kesempatan karena film ini kemungkinan tidak akan tayang lama di bioskop kesayangan. Tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan saat menontonnya ya!


Post a Comment

3 Comments

  1. Kyoto Animation sempat berduka karena musibah studio mereka yang terbakar hebat. Sempat ada kabar juga bahwa sebagian frame dari Violet Evergarden the Movie juga ikut terbakar, tapi sepertinya mereka berhasil menampilkan kualitas visual yang bagus, meskipun saya belum menontonnya.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete