»INFO
Judul: Ghost Parade
Genre:
Action, Adventure, Indie, Side-scrolling, Platforming
Pengembang:
Lentera Nusantara Studio
Penerbit:
Aksys Games
Tanggal
Rilis: 31 Oktober 2019
Platform:
Nintendo Switch, Playstation 4, Microsoft Windows, Mac OS.
Ghost Parade adalah sebuah game yang dikembangkan oleh Lentera Nusantara Studio dan dipublikasikan oleh Aksys Games. Game ini sebenarnya sudah telah hadir sejak Oktober 2019, namun saya baru bisa memainkan game ini sekitar 2 bulan yang lalu. Jadi, simak ulasan Ghost Parade dari saya!
Dalam game platformer ini kita akan berperan sebagai
Suri, seorang anak SD yang tertinggal bus pulang sekolah dan memutuskan untuk
pulang melalui hutan belakang sekolahnya sebagai jalan pintas seorang diri.
Entah apes atau beruntung, Suri bertemu hantu yang meberinya lentera ajaib
untuk menyelamatkan hutan beserta penghuninya dari kehancuran. Mulailah petualangan
Suri di tengah hutan dengan para hantu yang baik hati menjadi sahabat Suri.
Saya sempat membuka laman web pengembang game ini dan menemukan sebuah mimpi bahwa Lentera Nusantara ingin warisan Nusantara dapat diterima di pasar Global dengan menciptakan produk inovatif. Mereka mengangkat mitos-mitos hantu Urban Legend Indonesia menjadi sebuah game dengan pesan menjaga hutan di dalamnya.
Dimana berbagai game dari pengembang dalam negeri yang
menggunakan hal yang sama dengan genre horornya, Ghost Parade malah mengambil
langkah yang cukup riskan karena menyelipkan unsur edukasi yang sangat kental.
Ya hasilnya bisa dilihat, game ini kalah pamor dengan game buatan pengembang
lokal lain. Meski konten edukasinya dibuat
Dari judul ulasan dan sinopsis game ini sepertinya
terdengar menyenangkan dan menantang untuk memainkan game ini, tetapi nyatanya
tidak. Saya menahan emosi selama memainkan game ini, kenapa? Mari kita bahas
dibawah.
Gameplay Ghost Parade
Ghost Parade memiliki sistem level seperti halnya game RPG. Tapi agak berbeda dengan game RPG, pihak pengembang tidak mewajibkan pemain untuk grinding level karena cukup cukup gampang untuk menaikkan level di dalam game ini.
Seperti yang ada dalam sinopsis, Suri akan menemukan
lebih dari selusin hantu yang menjadi teman baik. Suri juga bisa memasang tiga
hantu menjadi rekan satu tim, dengan kolaborasi hantu tertentu menghasilkan
ultimate tertentu juga yang menarik.
Ghost Parade juga memiliki Skill Tree yang bisa kita gunakan untuk beragam bonus tambahan untuk Suri dan Hantu teman-teman Suri. Suri juga bisa menambahkan 4 aksesoris yang bisa menambahkan statusnya atau teman hantunya.
Dan satu hal yang paling mengesalkan, kita akan sering
sekali melakukan backtracking untuk
menyelesaikan main quest di dalam
game ini. Masih mujur jika rancangan levelnya mudah, tapi sayangnya rancangan
level di game ini sangat menguras energi dan memancing emosi. Nanti kita bahas
di poin selanjutnya mengenai platforming
dalam game ini.
Desain Karakter dan User
Interface yang Indah
Mohon maaf sebelumnya, ini yang membuat desain
karakternya siapa ya? KENAPA ORANG BUNIAN JADI NEE-SAN YANG CANTIK JELITA HAA? WHY?!?!
Ya itu semua ada dasarnya sih, game ini memiliki unsur
edukasi yang sangat kental akan pentingnya menjaga hutan dari sudut pandang
manusia dan hantu. Jika desain karakternya benar-benar mengadaptasi sketsa dari
hantu aslinya ya akan sangat menakutkan jika dilihat oleh anak-anak.
Desain karakter hantu yang family friendly ini menjadi favorit utama saya, kesampingkan soal hilangnya rasa takut saat melihat hantu versi aslinya, beberapa desain karakter hantu di sini sangat waifuable. Istri khayalanmu mungkin kalah jauh saat disandingkan dengan mitos Orang Bunian dalam game ini.
Saya sangat betah memandangi desain karakter yang imut
dan lucu ini selama beberapa jam.
Saya juga sangat menyukai UI dalam game ini, bersih
dan jelas navigasi menunya. Terutama jurnal berisi para hantu, binatang, dan Boss dalam game ini. Namun sayangnya, User Experience dalam game ini sangat
kurang menyenangkan. Dibuat sangat ribet dan membuang-buang waktu. Sebagai
contoh saat kita ingin membuka peta, kita harus ke menu lalu pilih opsi map
untuk melihat peta. Tidak ada shortcut
yang membuat kita harus lebih cepat untuk membuka peta.
Kontrol Permainan Ghost
Parade
Sedikitnya tutorial kontrol dalam game ini di awal
game membuat game ini berjalan lambat. Kontrol game ini juga tidak bersahabat,
sangat susah untuk mengendalikan karakter Suri saat Suri berada di mid-air.
Sebagai contoh kita bisa bergelantung di dahan pohon untuk melewati obstacle tertentu, kita harus bisa melompat dengan tepat ke arah dahan pohon tersebut agar bisa bergelantung. Bahkan meski sudah melompat dengan tepat, kita masih bisa terjatuh karena kotak deteksi agar karakter kita bisa bergelantung sangat kecil.
Dengan kotak deteksi yang kecil ini, saya sendiri
sering kali terjatuh dan harus mengulang dari save point. Melompat ke dahan, tidak bergelantung, jatuh, lalu
ulangi hingga bisa menemukan ritme lompatan yang tepat.
Segitu menyebalkannya kontrol dalam game ini? Iya. Dan
lagi, kita juga harus menggunakan kontrol combo
untuk melewati suatu obstacle.
Platforming yang Tidak
Seimbang
Haruskah saya bilang platforming di game ini tidak
cocok untuk anak-anak? Platforming Ghost Parade sangat susah ditambah lagi
dengan kontrol yang buruk, sungguh combo
yang menakutkan untuk sebuah game. Ini game dengan pesan edukasi tapi kok susah
untuk dimainkan? Ini mau mengikuti Limbo atau bagaimana?
Perlu diketahui, Ghost Parade mendapatkan rating E10+ oleh ESRB yang mana semua kalangan yang sudah berusia 10 tahun boleh memainkan game ini. Perlu diketahui juga bahwa ESRB (Entertainment Software Rating Board) adalah sebuah organisasi regulator mandiri yang menilai permainan video, panduan periklanan, prinsip privasi daring permainan video dan perangkat lunak hiburan lainnya.
Jika ditujukan untuk semua kalangan dengan usia 10
tahun ke atas seharusnya platforming yang dibuat tidak terlalu sulit untuk
diselesaikan. Berbeda dengan LIMBO yang jelas memiliki rating Teen, platforming
yang ditawarkan sesuai. Ya saya tidak bisa terus menyalahkan rating game ini
juga ya, karena sebuah rating yang diberikan oleh ESRB tidak berpatokan pada
tingkat kesulitan game itu diselesaikan.
Lalu, apanya yang tidak seimbang? Setelah disuguhkan
dengan rancangan level yang sulit untuk dilewati, kita harus melawan sebuah Boss untuk bisa ke tempat selanjutnya.
Hal ini cukup lazim di berbagai game platforming, selesai menyelesaikan suatu
hal kita akan menghadapi Boss yang sangat
kuat. Tetapi tidak dengan Ghost Parade, Boss
di sini sangat mudah untuk dikalahkan. Ini game mengolok-olok pemain atau
gimana?
Musik
Kurang sedap rasanya jika tidak membahas yang satu
ini. Rancangan suara yang baik dan musik yang menggabungkan elemen tradisional
seperti gamelan dan suling sunda serta modern benar-benar membuat telinga
nyaman.
Semua aksi yang berjalan tepat karena musiknya
berjalan sesuai dengan aksi yang berjalan. Aksi kejar-kejaran semakin terasa
menyeramkan dengan musik yang cepat dan eksplorasi terasa menyenangkan dengan
musik yang lambat, penempatan musiknya benar-benar tepat. Ini yang membuat saya
sedikit memaafkan keluhan saya keluhkan diatas.
Kesimpulan Akhir
Secara keseluruhan saya tidak menyukai Ghost Parade dengan gameplay yang
menyulitkan dan mengolok-olok pemain. Tetapi saya juga terkesan dengan Ghost Parade yang benyak memasukkan budaya
Indonesia di dalamnya, di beberapa tempat kita bisa melihat latar belakang Gapura Candi Bentar dan suara Gamelan Sabilulungan.
Kontrol yang buruk, bug yang beragam macamnya, dan
platforming yang membuat frustasi benar-benar membuat game yang memiliki
potensi besar ini kalah bersaing. Sangat disayangkan, jika bisa dipoles lebih
baik pasti game ini akan bisa bersaing dengan game buatan pengembang lokal
lainnya.
0 Comments