“Coba dinginkan kepalamu. Bunuh diri itu bukan masalahmu sendiri. Bunuh diri itu akan membunuh hati orang-orang lain di sekelilingmu juga.” – hal. 85
Ini karya
Akiyoshi Rikako yang saya baca pertama kali karena penasaran akan novel misteri
dan saya suka dengan karyanya. Plot twist yang terdapat dalam ceritanya membuat
saya kembali membaca novel ini dari awal dengan pikiran adakah sesuatu yang
saya lewatkan di ceritanya. Sedikit spoiler, plot twist di sini bisa membuat
kalian senyum-senyum sendiri saat membacanya.
Scheculed Suiced
Day menceritakan tentang seorang anak bernama Watanabe Ruri yang berniat bunuh
diri untuk mengungkap kejahatan ibu tirinya yang diduga membunuh ayahnya. Ruri
tidak bisa melaporkan ibu tirinya karena semua bukti tidak ada. Entah
disembunyikan atau dimusnahkan. Untuk mengungkap kejahatan, Ruri tidak punya
pilihan lain selain meninggkalkan surat wasiat dan bunuh diri yang berlokasi di
sebuah desa yang terkenal sebagai tempat bunuh diri.
Tak disangka,
niat bunuh diri Ruri dihentikan oleh seorang hantu. Hantu itu menawarkan
bantuan kepada Ruri, dia akan membantu Ruri menemukan bukti kejahatan Reiko.
Namun Ruri menetapkan batas waktu satu minggu untuk mengumpulkan semua
buktinya. Jika dalam waktu satu minggu bukti tidak ditemukan, Ruri akan tetap
mengakiri hidupnya dan hantu itu tidak boleh mencegahnya.
Blurb yang
menarik perhatian untuk membaca seluruh ceritanya. Akiyoshi Rikako-sensei membuat
awal ceritanya sangat menarik agar pembaca tidak langsung menutup buku setelah
membaca bab satu yang cukup panjang. “Menemukan bukti pembunuhan dalam waktu
hanya satu minggu? Gak wajar! Mana mungkin bisa!” Itulah pikir saya awalnya.
Meski lekat dengan
unsur misteri dan memiliki kata “bunuh diri” dalam judulnya, nyatanya novel ini
tetap memiliki unsur yang terdapat dalam novel remaja pada biasanya. Masih ada
romansa sebagai penyedap tambahan.
Kisah kembali
berlanjut dengan Ruri yang berusaha
mencari kebenaran atas kematian ayahnya. Perlahan-lahan semuanya terungkap satu
persatu. Petunjuk demi petunjuk mulai menuju ke satu arah.
Hingga akhirnya
masuk ke tahap penyelesaian konflik, dan voila! Hasil akhir yang sedikit
mudah ditebak oleh pembaca telah muncul.
Seolah telah
mengetahui kalau ending ceritanya dapat ditebak dengan cukup mudah oleh
pembaca, Akiyoshi-sensei menyiapkan satu plot twist lagi di bab terakhir
sebagai penutup cerita. Plot twist yang mantap.
Overall great
story, plot twist bagus meski penyelesaian konfliknya bisa saya bilang datar.
Penyusunan plotnya rapi, interaksi antar tokohnya juga menarik. Pesan yang
ingin disampaikan juga kena, mengakhiri hidup bukanlah pilihan yang tepat untuk
menyelesaikan masalah seberat apapun masalah itu. Harus tetap dihadapi dan
jangan lari.
Itu saja ulasan
kali ini, sudah lama tidak menulis sebuah ulasan lagi. Hampir satu tahun sejak
terakhir kali saya menulis ulasan. Terima kasih banyak telah membaca.
Salam hangat
WibuSampah
0 Comments